Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts
Showing posts with label Mutiara Hikmah. Show all posts

Tuesday, 16 July 2013

Mengenal Alloh SWT - Ma'rifatulloh


Ma'rifat / Makrifat berasal dari kata "Al-Ma'rifah" yang berarti mengetahui, dengan kata lain mengenal, dengan kata lain pengenalan.

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w. (karomallohu wajhah)

Maukah aku tunjukan kepada kalian buah Surga? Ia adalah (kalimat) "Laa ilaha illalloh" (tiada tuhan kecuali Alloh), dengan syarat ikhlas.

Pokok Agama adalah makrifat tentang ????. Kesempurnaan makrifat tentang-Nya adalah dengan tashdiq (membenarkan) terhadap-Nya. Kesempurnaan tashdiq terhadap-Nya adalah dengan Tauhid kepada-Nya. Dan kesempurnaan Tauhid kepada-Nya adalah dengan ikhlas kepada-Nya.


Barangsiapa yang melekatkan suatu sifat kepada-Nya, berarti dia telah menyertakan sesuatu kepada-Nya. Dan barangsiapa yang menyertakan sesuatu dengan-Nya, maka dia telah menduakan-Nya. Barangsiapa menduakan-Nya, maka dia telah memilah-milahkan (Zat)-Nya. Barangsiapa yang memilah-milahkan-Nya, maka sesungguhnya dia tidak mengenal-Nya. Barangsiapa yang tidak mengenal-Nya, maka dia akan melakukan penunjukan kepada-Nya. Barangsiapa yang melakukan penunjukan kepada-Nya, maka dia telah membuat batasan tentang-Nya. Dan barangsiapa yang membuat batasan tentang-Nya, sesungguhnya dia telah menganggap-Nya berbilang.
Dia tidak beranak, maka tiadalah Dia dilahirkan, dan tiada pula Dia diperanakkan, maka tiadalah Dia menjadi terbatas. Sungguh, Maha Agung Dia untuk mempunyai anak dan Maha Suci bagi-Nya untuk menyentuh wanita. Maha Suci Dia yang tidak tersentuh oleh sesuatu pun.

Dia tidak diperanakkan, Maha Suci Dia, maka tiada sekutu bagi-Nya dalam keagungan; tidak pula Dia beranak, maka tiadalah Dia diwarisi. Segala puji bagi Alloh Yang "ada" sebelum adanya Kursi atau 'Arsy, langit atau bumi, jin atau manusia.

Maha Suci Alloh yang tidak dapat dicapai oleh angan-angan yang jauh, dan tidak dapat pula diraih oleh dugaan orang yang paling tajam pikirannya.

Dia tidak dapat dicapai dengan khayalan, tidak dapat diduga dengan pemahaman, tidak dapat dicapai dengan indera, dan tidak dapat pula dibandingkan dengan manusia. Dia Satu tidak dengan bilangan, Kekal tidak dengan masa, dan Berdiri tidak dengan penyangga.

Segala puji bagi Alloh Yang keadaan-Nya yang satu tidak mendahului keadaan-Nya yang lain (Asmaul-husna). Maka, tiadalah Dia menjadi Yang Awal sebelum Dia menjadi Yang Akhir, atau Yang Zhahir sebelum Dia menjadi Yang Batin. Segala sesuatu yang dinamakan wahdah (satu) selain Dia adalah sedikit. Semua yang mulia selain Dia adalah hina. Dan semua yang kuat selain Dia adalah lemah.

Alloh Yang sifat-Nya tidak terbatasi oleh batasan tertentu, tidak tergambarkan oleh ungkapan kata, tidak terikat oleh waktu, dan tidak ada waktu yang menyudahi-Nya.

Dia-lah Alloh Yang Benar lagi Yang Menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya), Yang Lebih Benar dan Lebih Jelas daripada yang dilihat oleh mata. Dia tidak dapat dicapai oleh akal dengan pembatasan, maka tiadalah Dia dapat disamakan (dengan sesuatu).

Dia tidak dapat diserupakan. Tidak ada dalam Keawalan-Nya permulaan, dan tidak ada dalam keazalian-Nya kesudahan (kesirnaan). Dia-lah Yang Awal dan senantiasa Awal (tidak berubah keadaan-Nya), dan Dia Maha Kekal tanpa ada batas waktu. Dahi-dahi bersujud kepada-Nya dan bibir-bibir pun mentauhidkan-Nya. Dia membatasi segala sesuatu saat penciptaannya, yang menjadi penjelas bagi kesamaannya.

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, tetapi hati yang penuh dengan hakikat keimanan sajalah yang dapat mencapai-Nya. Dia Dekat dari segala hal tanpa sentuhan. Jauh tanpa ada jarak. Berpikir tanpa perlu berpikir sebelumnya. Berkehendak tanpa keinginan. Berbuat tanpa memerlukan tangan. Maha Melihat namun tidak bersifat inderawi. Maha Penyayang namun tidak bersifat lunak.

Dia-lah Alloh tidak pernah dilalui oleh masa, maka keadaan-Nya tidak pernah berbeda. Tidak pula Dia berada dalam suatu tempat yang mengharuskan-Nya berpindah tempat. - Maha Besar Alloh yang tiada sesuatupun yang lebih besar daripada-Nya -.

Dia Maha Mengetahui (segala) rahasia yang ada di dalam hati yang tersembunyi, bisikan orang yang berbisik-bisik, dan kecenderungan seseorang dalam hatinya.

Aku bersaksi bahwa langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya adalah tanda-tanda yang menunjukan kepada-Mu. Semua bukti itu bersaksi atas apa yang telah Engkau serukan kepadanya. Segala hal yang menunjukan tentang diri-Mu adalah hujah dan dia bersaksi kepada-Mu atas sifat ketuhanan-Mu.

Dan Aku bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan kecuali Alloh Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Dia Maha Awal Yang tidak ada sesuatu sebelum-Nya. Dia Maha Akhir Yang tidak ada batas akhir bagi-Nya. Tidak ada sekutu bagi-Nya yang membantu-Nya dalam menciptakan perkara-perkara yang menakjubkan. Semua Penciptaan-Nya terjadi dengan perintah-Nya dan tunduk pada ketaatan-Nya serta menyambut seruan-Nya.


Rating: 5

Sunday, 14 July 2013

Kata-kata Mutiara - Pahala dan Siksa

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Sesungguhnya Alloh swt menetapkan pahala bagi yang menaati-Nya dan siksa bagi yang bermaksiat kepada-Nya agar menjauhkan hamba-hamba-Nya dari siksa-Nya dan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya.

Sesungguhnya di antara hal yang menjerumuskan seorang hamba (untuk berbuat durhaka) terhadap Alloh adalah terus menerus berbuat kemaksiatan, namun dia berharap akan ampunan-Nya.

Inti semua perkara adalah makrifat kepada Alloh SWT, sedangkan tiangnya adalah taat kepada Alloh 'Azza wa Jalla.

Sesungguhnya Alloh SWT menjadikan ketaatan sebagai keuntungan bagi orang-orang yang cerdas ketika orang-orang yang lemah lalai.

Takutlah kalian berbuat kemaksiatan kepada Alloh ketika kalian sedang sendirian, karena sesungguhnya Saksi-nya adalah Yang Memutuskan Perkara (Alloh).

Jika manusia meninggalkan urusan agama mereka demi mengejar kebaikan (kesenangan) dunia mereka, niscaya Alloh akan membukakan kepada mereka apa yang lebih mudarat darinya.

Jika engkau telah sampai pada tujuanmu, maka jadilah engkau orang yang paling merendahkan diri kepada Tuhan-mu. Jika engkau kuat, maka jadikanlah kekuatanmu itu dalam hal ketaatan kepada Alloh. Dan jika engkau lemah, maka jadikanlah kelemahan itu dalam hal kemaksiatan kepada Alloh 'Azza wa Jalla.

Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada para nabi adalah yang paling tahu tentang apa yang dibawa oleh mereka (para Nabi). Imam 'Ali k.w. berkata; "Sesungguhnya kekasih Muhammad SAW adalah orang yang menaati Alloh, meskipun jauh hubungan kekerabatannya dengan beliau, dan sesungguhnya musuh Muhammad SAW adalah orang yang bermaksiat kepada Alloh, meskipun dekat hubungan kekerabatannya dengan beliau."

Jika orang yang mengenal Tuhan-nya bermaksiat kepada-Nya, niscaya Dia akan menguasakan kepadanya orang yang tidak dikenal oleh orang itu.

Jika datang kepadaku suatu hari yang didalamnya aku tidak bertambah dalam amal yang mendekatkan diriku kepada Alloh, maka tidak ada keberkahan bagiku dalam terbitnya matahari pada hari itu.

Tinggalkan dosa-dosa sebelum ia meninggalkanmu (dengan kematianmu).

Syukur atas setiap nikmat adalah dengan menjauhi segala hal yang diharamkan oleh Alloh.

Paling sedikit yang diwajibkan kepada kalian terhadap Alloh adalah janganlah kalian menjadikan nikmat-nikmat-Nya yang dikaruniakan kepadamu sebagai sarana dalam bermaksiat kepada-Nya.

Takutlah kepada Alloh berkenaan dengan hamba-hamba-Nya dan negeri-Nya karena sesungguhnya kalian akan dimintai pertanggungjawaban, bahkan termasuk berkenaan dengan sebidang tanah dan binatang-binatang ternak. Taatilah Alloh dan janganlah kalian bermaksiat kepada-Nya. Oleh karena itu, jika kalian melihat kebaikan, ikutilah ia; dan jika melihat keburukan, hendaklah kalian berpaling darinya.

Barangsiapa ingin mendapatkan kekayaan tanpa kekuasaan, dan bilangan besar tanpa keluarga, hendaklah dia keluar dari kehinaan maksiat kepada Alloh menuju kemuliaan ketaatan  kepada-Nya, niscaya dia akan mendapatkan itu semua.

Barangsiapa yang ingin melihat kedudukannya disisi Alloh, maka hendaklah dia melihat kedudukan Alloh pada dirinya.

Hati-hatilah jangan sampai Alloh melihatmu, sementara engkau bermaksiat kepada-Nya, dan jangan sampai Dia tidak melihatmu di saat engkau menaati-Nya. Jika tidak demikian, niscaya engkau akan termasuk orang-orang yang merugi.

Kesempurnaan ikhlas adalah menjauhi segala kemaksiatan.

Rating: 4

Wednesday, 10 July 2013

Kemuliaan ILMU Dan Pengamalannya

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w. 
Kesucian, Kemuliaan Ilmu

Tiada kemuliaan seperti ilmu. Ilmu adalah pusaka yang mulia. Serendah-rendah ilmu adalah yang berhenti di lidah, dan yang paling tinggi adalah yang tampak di anggota-anggota badan.

Tetaplah mengingat ilmu di tengah orang-orang yang tidak menyukainya, dan mengingat kemuliaan yang terdahulu di tengah orang-orang yang tidak memiliki kemuliaan, karena hal itu termasuk di antara yang menjadikan keduanya dengki terhadapmu.

Jika Alloh SWT hendak merendahkan seorang hamba, maka Dia mengharamkan terhadapnya ilmu.

Jika mayat seseorang telah diletakkan di dalam kuburnya, maka munculah empat api. Lalu datanglah amal pertama (yang biasa dikerjakannya), maka ia memadamkan satu api. Lalu datanglah amal kedua, maka ia memadamkan api yang satunya lagi (api kedua). Lalu datanglah sedekah, maka ia memadamkan api yang satunya lagi. Lalu datanglah ilmu, maka ia memadamkan api yang keempat seraya berkata, �Seandainya aku menjumpai api-api itu, niscaya akan aku pdamkan semuanya. Oleh karena itu, bergembiralah kamu. Aku senantiasa bersamamu, dan engkau tidak akan pernah melihat kesengsaraan�.

Janganlah engkau membicarakan ilmu dengan orang-orang yang kurang akal karena hanya akan mendustakanmu, dan tidak pula kepada orang-orang bodoh karena mereka hanya akan menyusahkanmu. Akan tetapi, bicarakanlah ilmu dengan orang yang menerimanya dengan penerimaan yang baik dan yang memahaminya.

Cukuplah ilmu itu sebagai kemuliaan bahwasannya ia diaku-aku oleh orang yang bukan ahlinya dan senang jika dia dinisbatkan kepadanya.

Ilmu dan Pengamalannya

Ilmu berhubungan dengan amal. Barangsiapa yang berilmu, niscaya mengamalkan ilmunya. Ilmu memanggil amal, maka jika ia menyambut panggilannya� bila tidak menyambutnya, ia akan berpindah darinya.

Pelajarilah ilmu, niscaya kalian akan dikenal dengannya, dan amalkanlah ilmu (yang kalian pelajari) itu, niscaya kalian akan termasuk ahlinya.

Wahai para pembawa ilmu, apakah kalian mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. Akan datang suatu masa, dimana sekelompok orang membawa ilmu, namun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. Batiniah mereka berlawanan dengan lahiriah mereka. Dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.

Orang yang beramal tanpa ilmu, seperti orang yang berjalan bukan dijalan. Maka, hal itu tidak menambah jaraknya dari jalan yang terang kecuali semakin jauh dari kebutuhannya. Dan orang yang beramal dengan ilmu, seperti orang yang berjalan di atas jalan yang terang. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan, apakah dia berjalan, ataukah dia kembali?

Janganlah sekali-kali engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau ketahui. Sebab, setiap orang yang melihat akan ditanya tentang perbuatannya, ucapannya dan kehendaknya.

Orang yang berilmu tanpa amal, seperti pemanah tanpa tali busur.

Wassalaam. Semoga Bermanfaat.

Rating: 4

Tuesday, 2 July 2013

Legenda Kisah 1001 Malam


Legenda Kisah Seribu Satu Malam merupakan sastra epik dari Timur Tengah yang lahir pada Abad Pertengahan. Kumpulan cerita ini mengisahkan tentang seorang ratu Sassanid, Scheherazade yang menceritakan serantai kisah-kisah yang menarik pada sang suami, Raja Shahryar, untuk menunda hukuman mati atas dirinya. Kisah-kisah ini diceritakannya dalam waktu seribu satu malam dan setiap malam.

Scheherezade mengakhiri kisahnya dengan akhir yang menegangkan dan menggantung. Sehingga, sang raja dibuat tertarik dan penasaran untuk mendengar kelanjutan kisah dari sang ratu. Setiap kisah yang diceritakan ratu mampu menarik perhatian raja. Sang raja pun selalu menangguhkan perintah hukuman mati bagi Scheherazade.

Kisah Seribu Satu Malam terdiri dari kumpulan-kumpulan kisah dengan tokoh yang berbeda dan alur cerita yang menarik. Di dalamnya termasuk legenda, fabel, roman, dan dongeng dengan latar yang berbeda seperti Baghdad, Basrah, Kairo, dan Damaskus juga ke Cina, Yunani, India, Afrika Utara dan Turki.

Kisah-kisah dalam Seribu Satu Malam (1001 Malam), seperti Scheherezade dan Shahryar, Sinbad si Pelaut dan Aladdin menekankan tiga hal pada pembaca yaitu :

Suatu masalah akan selalu ada penyelesaiannya.
Keteguhan akan membuat suatu masalah mencapai penyelesaiannya.
Kekuatan batin dapat membantu untuk mempertahankan keteguhan.

Pada abad ke-8, masa pemerintahan khalifah Abbasiyah Harun Ar-Rasyid, Baghdad merupakan salah satu kota perdagangan yang sangat penting. Pedagang dari China, India, Afrika, dan Eropa singgah dapat ditemukan disana. Ketika inilah cerita-cerita tradisional dari berbagai bangsa dikumpulkan jadi satu dan dinamakan Hazar Afsanah (Seribu Legenda).

Bentuk modern pertama dari cerita Seribu Satu Malam, namun masih dalam bahasa Arab, diterbitkan di Kairo pada tahun 1835. Konon, pada era itulah cikal-bakal Hikayat 1001 Malam mulai dirajut. Masterpieces seni cerita bertutur itu berasal dari sebuah buku dari Persia yang hilang berjudul Hazar Afsanah (Seribu Legenda).

Berikut salah satu kisahnya.

Suatu ketika Raja Harun Ar-Rasyid kelihatan murung. Semua menterinya tidak ada yang sanggup menemukan jawaban dari dua pertanyaan Raja. Bahkan para penasihat kerajaan pun merasa tidak mampu member penjelasan yang memuaskan Raja. Padahal Raja sendiri ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya.

Mungkin karena amat penasaran, para penasihat Raja menyarankan agar Abu Nawas saja yang memecahkan dua teka-teki yang membingungkan itu. Tidak begitu lama kemudian Abu Nawas dihadapkan. Raja mengatakan bahwa akhir-akhir ini ia sulit tidur karena diganggu oleh keingintahuan menyingkap dua rahasia alam.

�Tuanku yang mulia, sebenarnya rahasia alam yang manakah yang Paduka maksudkan?� Tanya Abu Nawas ingin tahu.

�Aku memanggilmu untuk menemukan jawaban dari dua teka-teki yang selama ini menggoda pikiranku� kata Raja Harun Ar-Rasyid.

�Bolehkah hamba mengetahui kedua teka-teki itu wahai Paduka junjungan hamba.�

�Yang pertama, dimanakah sebenarnya batas Jagat Raya ciptaan Tuhan?� Tanya Baginda.

Abu Nawas menjawab, �Di dalam pikiran, wahai Paduka yang mulia�. Dia menjawab tanpa keraguan sedikit pun.

�Tuanku yang mulia�, lanjut Abu Nawas menjelaskan, �ketidakterbatasan itu ada karena adanya keterbatasan. Dan keterbatasan itu ditanamkan oleh Tuhan di dalam otak manusia. Dari itu manusia tidak akan pernah tahu dimana batas Jagat Raya ini. Sesuatu yang terbatas tentu tak akan mampu mengukur sesuatu yang tidak terbatas.�

Baginda Raja mulai tersenyum karena merasa puas mendengar penjelasan Abu Nawas yang masuk akal. Kemudian Baginda melanjutkan teka-teki yang kedua.

�Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih banyak jumlahnya: bintang-bintang di langit ataukah ikan-ikan di laut?�

Abu Nawas menjawab dengan tangkas, �Ikan-ikan di laut.�

�Bagaimana kau bias langsung memutuskan begitu. Apakah engkau pernah menghitung jumlah mereka?� Tanya Raja heran.

�Paduka yang mulia, bukankah kita semua tahu bahwa ikan-ikan itu setiap hari ditangkapi dalam jumlah yang besar,  tetapi jumlah mereka tetap banyak seolah-olah tidak pernah berkurang karena saking banyaknya. Sementara bintang-bintang itu tidak pernah rontok, jumlah mereka juga banyak.� Jawab Abu Nawas meyakinkan.

Seketika itu rasa penasaran yang selama ini menghantui Baginda sirna tak berbekas. Baginda Raja Harun Ar-Rasyid member hadiah Abu Nawas dan istrinya uang yang cukup banyak.

Rating: 4

Saturday, 29 June 2013

Kata-kata Mutiara - DUNIA dan AKHIRAT


Sesungguhnya perumpamaan dunia adalah seperti ular: lembek bila disentuh, tetapi racunnya sangat membunuh. Anak kecil yang tidak mengerti suka sekali menyentuhnya, sedangkan orang cerdik lagi pandai berhati-hati terhadapnya. Oleh karena itu, berpalinglah dari apa yang menakjubkanmu di dunia ini karena hanya sedikit darinya yang bersahabat denganmu.

Hati-hatilah terhadap dunia yang menipu dan memperdayakan ini. Ia telah berhias dengan perhiasannya, membujuk dengan tipu dayanya, dan menyesatkan dengan harapn-harapannya. Dunia bersolek bagi para peminangnya sehingga ia seperti pengantin wanita yang dipertontonkan. lalu setiap mata memandanginya, jiwa tergila-gila dan hati pun berhasrat kepadanya.

Dunia akan membinasakan orang yang merasa aman darinya, dan orang yang waspada terhadapnya akan mendapatkannya.

Dunia ini adalah negeri yang sekedar dilewati menuju negeri yang abadi. Sedangkan manusia di dunia ada dua golongan. Pertama, orang yang menjual dirinya, lalu dia menghinakan dirinya sendiri. Kedua, orang yang membeli dirinya, lalu dia memerdekakannya.

Ambilah dari dunia ini apa yang mendatangimu dan berpalinglah dari apa yang berpaling darimu.

Dunia adalah kendaraan seorang Mukmin, yang dengannya dia berangkat menuju Tuhan-nya. Maka, perbaikilah kendaraan kalian, niscaya ia akan menyampaikan kepada Tuhan kalian.

Dunia diciptakan untuk selain dirinya (yakni untuk akhirat) dan tidak diciptakan untuk dirinya.

Dunia adalah negeri kebenaran bagi yang membenarkannya. Negeri keselamatan bagi yang mengetahui tentangnya. Negeri kekayaan bagi yang mengambil bekal darinya. Tempat turunnya wahyu Alloh. Tempat Sholat para malaikat-Nya. Masjid para Nabi-Nya. Dan tempat jual-beli para wali-Nya. Mereka beruntung dengan mendapatkan rahmat darinya dan di dalamnya mereka mengharapkan surga.

Permulaan dunia adalah kesusahpayahan dan akhirnya adalah kehancuran. Halalnya dihisab, sedangkan haramnya adalah siksaan. Siapa yang sehat di dalamnya, dia aman, dan siapa yang sakit di dalamnya, dia menyesal. Yang mengais kekayaan di dalamnya, mendapat ujian, yang fakir di dalamnya, dia bersedih. Yang berusaha mendapatkannya, akan luput darinya, dan yang menahan diri darinya, dunia akan mendatanginya. Siapa yang memandang kepadanya, dunia akan membutakan (hati)-nya, dan siapa yang merenungkannya, dunia akan membukakan pandangannya.

Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai pusat perhatiannya, maka dia telah menjadi kaya tanpa harta, terhibur tanpa keluarga, dan mulia tanpa memiliki keluarga besar.

Kepahitan dunia ini adalah  kemanisan akhirat, dan kemanisan dunia ini adalah kepahitan akhirat.

Yang berhak menyandang nama kebahagiaan (yang sebenarnya) adalah kebahagiaan akhirat, dan ia ada empat macam: keabadian tanpa ada kemusnahan, ilmu tanpa kebodohan, kemampuan tanpa kelemahan, dan kekayaan tanpa kefakiran.

Kebaikan dunia dan akhirat terdapat dalam dua perkara: kekayaan dan ketaqwaan. Dan keburukan dunia dan akhirat terdapat dalam dua perkara: kefakiran dan kedurhakaan.

Dunia memerlukan harta, sedangkan akhirat memerlukan amal.

--- Dikutip dari Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w. ---

Friday, 28 June 2013

Fadhilah - Keutamaan Membaca Surat Al-Ikhlas


Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Ke-Esa-an Alloh SWT) adalah Surat ke-112 dalam Al-Qur an. Surat ini tergolong Surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan ke-Esa-an Alloh dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. 

Sabda Rosululloh S.A.W yang bermaksud:

Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian shirotul-mustaqim lalu menuju ke surga.
(Demikian diterangkan dalam Tadzkirotul Qurthuby).

Rosululloh SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada umatnya Siapakah antara kalian yang dapat mengkhatamkan Al-Qur an dalam jangka masa singkat (dua-tiga menit)?

Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah Sayyidina �Umar bin Khattab r.a. (Rodliyallohu �anhu) telah mengatakan bahwa mustahil untuk mengkhatamkan Al-Qur an begitu cepat. Kemudian Sayyidina �Ali bin Abi Tholib k.w. mengangkat tangannya, menyatakan kesanggupan. Sayyidina 'Umar berkata kepada Sayyidina �Ali bahwa Sayyidina �Ali (yang masih muda pada waktu itu) mungkin tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Kemudian Sayyidina �Ali bin Abi Tholib  membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali. Rosululloh SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Sayyidina �Ali bin Abi Tholib benar. Kemudian menerangkan bahwa membaca Surat Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 juz kitab Al-Qur an atau sepertiga Al-Qur an. Jika membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali Khatamlah Al-Quran karena dengan membaca sebanyak tiga kali sama seperti dengan membaca 30 juz Al-Quran.

Fadhilah - Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Artikel ini berhubungan erat dengan Lihat Wasiat Rosululloh SAW

Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rosululloh SAW telah bersabda:

Ketika saya (Rosululloh SAW) melakukan perjalan isro-miraj ke langit, maka saya telah melihat �Arsy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca Surat Al-Ikhlas maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini, kami berikan kepada orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik ia lelaki maupun perempuan.

"Katakanlah Dia-lah Alloh Yang Maha Esa, Alloh yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan Tiada satupun yang setara dengan Dia."

Membaca Surat Al-Ikhlas memperoleh pahala seperti membaca Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur an.

Sabda Rosululloh SAW yang lain:
Demi Alloh yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya
�Qul Huwallohu Ahad� itu tertulis di sayap malaikat Jibril a.s,
�Allohush-shomad� itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s,
�Lam yalid walam yuulad� tertulis pada sayap malaikat �Izroil a.s,
�Walam yakullahu kufuwan Ahad� tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.

�Qul Huwallohu Ahad� itu tertulis di dahinya Abu Bakar As-shiddiq .r.a.,
�Allohush-shomad� itu tertulis di dahinya 'Umar bin Khattab r.a.,
�Lam yalid walam yuulad� tertulis di dahinya 'Utsman bin 'Affan r.a.,
�Walam yakullahu kufuwan Ahad� tertulis di dahinya 'Ali bin Abi Tholib r.a..

(Kitab Hayatun Kuluubi)

Dari A�isyah r.a., bahwasanya Nabi Muhammad sholallohu �alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al-Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad sholallohu �alaihi wasallam. Beliau bersabda: �Tanyakan kepadanya apa yang melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya. Lalu dia pun menjawab: �Karena sesungguhnya surat Al-Ikhlas itu mengandung sifat yang dimiliki oleh Ar-Rohman (Alloh SWT) dan aku suka untuk membacanya. Maka Nabi Muhammad sholallohu �alaihi wasallam bersabda: �Kabarkan kepadanya bahwa Alloh subhanahu wata�ala mencintainya� (HR. Al-Bukhari no. 7375)

Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata: �Aku pernah bersama Rosululloh Muhammad sholallohu �alaihi wasallam dan disaat itu beliau mendengar seseorang membaca Al-Ikhlas. Lalu beliau bersabda: �Dia telah mendapatkan�, Abu Hurairah bertanya: �Mendapatkan apa wahai Rosululloh?� Beliau menjawab: �Al-Jannah (surga).�(HR. At Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain beliau bersabda: �Kecintaanmu terhadap surat Al-Ikhlas memasukkanmu ke dalam al jannah.� (HR. Al-Bukhari)

Sebenarnya banyak sekali Fadhilah - Keutamaan Membaca Al-Qur an, mudah-mudahan yang disampaikan ini bisa banyak bermanfa�at.

Dari �Ali  bin Abi Tholib k.w.: �Siapa saja yang duduk membaca Al-Qur an, niscaya dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan.�

�Mintalah dari Alloh SWT segala kebaikan dengan mengikuti Al-Qur an. Mendekatlah kepada Alloh SWT dengan mencintai Al-Qur an. Janganlah memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba Alloh dengannya. Tiada sesuatu sebaik Al-Qur an yang dapat dibawa seseorang ketika menghadapkan diri kepada Tuhan-nya.�

Wallohu a�lam.

Rating: 5

Thursday, 13 June 2013

Kemuliaan ILMU atas HARTA Menurut Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w.


Suatu ketika 10 orang khawarij datang mengunjungi tempat Sayyidina �Ali bin Abi Tholib k.w., mereka bermaksud ingin mengetahui dan menguji sejauh mana kedalaman ilmu yang di kuasai oleh �Ali bin Abi Tholib. Mereka penasaran karena Rosululloh SAW dalam sabdanya pernah menggambarkan bahwa bila Beliau adalah kotanya ilmu, maka Ali adalah pintunya ilmu.

10 orang tersebut sepakat bahwa masing-masing dari mereka bertanya dengan pertanyaan yang sama. Pikir mereka, jika �Ali dapat menjawab masing-masing dari pertanyaan mereka dengan jawaban yang lain, maka berarti �Ali memang berilmu luas sebagaimana yang disabdakan Rosululloh SAW. 

Kemudian mereka bertanya:

Orang Pertama :"Hai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu atau harta, dan terangkan sebab-sebabnya?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta karena  ilmu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaan adalah warisan Fir'aun, Qorun, Syadad, dan sejenisnya. Maka ilmu lebih mulia daripada harta."

Orang Ke 2 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bisa memelihara pemiliknya, sedangkan harta, pemiliknya yang harus menjaga hartanya.

Orang Ke 3 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta benda, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya."

Orang Ke 4 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan/dibagikan akan bertambah, sedangkan harta jika disebarkan atau dibagikan akan berkurang."

Orang Ke 5 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta karena pemilik ilmu mendapat panggilan orang yang mulia dan terhormat, sedangkan pemilik harta akan mendapat julukan bakhil."

Orang Ke 6 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu hanya diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang dicintai-Nya, sedangkan harta diberikan oleh Allah kepada orang-orang, baik yang dicintai maupun yang tidak dicintai-Nya."

Orang Ke 7 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta karena pemilik ilmu akan disyafa�ati pada hari kiamat, sedangkan pemilik harta akan dihisab pada hari kiamat."

Orang Ke 8 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: " Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak  akan binasa dan tidak dapat habis selamanya, sedangkan harta bisa habis dan bisa lenyap karena masa atau usia."

Orang Ke 9 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu sebagai pelita penerang cahaya hati, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta pada umumnya menggelapkan jiwa dan hati, membuat hati keras dan membatu."

Orang Ke 10 : "Hai Ali, manakah yang lebih utama, ilmu ataukah harta?"

Sayyidina �Ali bin Abi Tholib menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu lebih terdorong untuk mencintai Allah, merendahkan diri, dan bersifat perikemanusiaan. Sedangkan harta benda membangkitkan orang pada sifat-sifat sombong, congkak, takabur, dan angkuh."

***

Selanjutnya Sayyidina �Ali bin Abi Tholib k.w. berkata, "Seandainya mereka masih bertanya lagi dalam masalah ini tentu aku akan menjawab dengan jawaban lain selama aku masih hidup."

Akhirnya mereka mengakui ketinggian dan keluasan ilmu Sayyidina �Ali bin Abi Tholib k.w. sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya orang mukmin di dunia dan akhirat.


Rating: 4

Wednesday, 12 June 2013

Sejarah dan Keutamaan Ayat Kursi


Sejarah dan Keutamaan Ayat Kursi
Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqoroh. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur'an. Isinya tentang keesaan Alloh SWT serta kekuasaan-Nya yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Alloh SWT  tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya.

Ayat Kursi ini diturunkan setelah hijrah. Semasa penurunannya ia telah diiringi oleh beribu-ribu malaikat karena kehebatan dan kemuliaannya. syaitan dan iblis juga menjadi gempar kerana adanya satu perintang dalam perjuangan mereka.

Rosululloh Muhammad SAW dengan segera memerintahkan Zaid bin Tsabit menulis serta menyebarkannya Ayat Kursi.


"Alloh, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup Kekal, Yang Berdiri Sendiri; tidak mengantuk dan tidak tidur; Kepunyaan-Nya segala yang di langit dan di bumi; Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Alloh tanpa izin-Nya. Alloh mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Alloh melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Alloh meliputi langit dan bumi. Dan Alloh tidak merasa berat memelihara keduanya dan DIA Maha Tinggi lagi Maha Agung."


Barangsiapa yang membaca Ayat Kursi dengan khusyuk setiap kali selepas sembahyang fardhu, setiap pagi dan petang, setiap kali keluar masuk rumah atau hendak musafir, Insya-Alloh akan terpeliharalah dirinya dari godaan syaitan, kejahatan manusia, binatang buas yang akan memudaratkan dirinya bahkan keluarga, anak-anak, harta bendanya juga akan terpelihara dengan izin Alloh SWT menurut keterangan dari kitab "Asroorul Mufidah"

Barangsiapa mengamalkan membaca Ayat Kursi setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Alloh.

Syeikh Abu Abbas menerangkan, siapa yang membacan Ayat Kursi sebanyak 50 kali lalu ditiupkannya pada air hujan kemudian diminumnya, insya-AllohAlloh akan mencerdaskan akal fikirannya serta memudahkannya menerima ilmu pengetahuan.

Fadhilah Ayat Kursi mengikut Hadits-hadits Rosululloh Muhammad SAW bersabda bermaksud:

"Barangsiapa pulang ke rumahnya serta membaca Ayat Kursi, Alloh hilangkan segala kefakiran di depan matanya."

Sabda baginda lagi; "Umatku yang membaca Ayat Kursi 12 kali pada pagi Jum'at, kemudian berwudhu dan sholat sunnah dua roka'at, Alloh memeliharanya daripada kejahatan syaitan dan kejahatan pembesar."

Orang yang selalu membaca Ayat Kursi dicintai dan dipelihara Alloh sebagaimana DIA memelihara Nabi Muhammad SAW.

Mereka yang beramal dengan bacaan Ayat Kursi akan mendapat pertolongan serta perlindungan Alloh daripada gangguan serta hasutan syaitan.

Pengamal Ayat Kursi juga, dengan izin Alloh akan terhindar daripada pencerobohan pencuri. Ayat Kursi menjadi benteng yang kuat mencegah pencuri daripada memasuki rumah.

Mengamalkan bacaan ayat Kursi juga akan memberikan keselamatan ketika dalam perjalanannya.

Ayat Kursi yang dibaca dengan penuh khusyuk, Insya-Alloh, bisa menyebabkan syaitan dan jin terbakar.

Jika berpindah ke rumah baru maka pada malam pertama menduduki rumah itu sebaiknya membaca Ayat Kursi 100 kali, insya-Alloh mudah-mudahan sekeluarga terhindar daripada gangguan lahir dan batin.

Barangsiapa membaca Ayat Kursi apabila berbaring di tempat tidurnya, Alloh mewakilkan 2 orang Malaikat memeliharanya hingga subuh.

Barangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir setiap sholat Fardhu, ia akan berada dalam perlindungan Alloh hingga sholat berikutnya.

Barangsiapa membaca Ayat Kursi di akhir tiap sholat, tidak akan dicegah dia daripada masuk syurga kecuali maut, dan barang siapa membacanya ketika hendak tidur, Alloh memelihara akan dia ke atas rumahnya, rumah tetangganya & ahli rumah-rumah disekitarnya.

Barangsiapa membaca Ayat Kursi diakhir tiap-tiap sholat Fardhu, Alloh menganugerahkan dia hati-hati orang yang bersyukur perbuatan2 orang yang benar, pahala Nabi2 juga Alloh melimpahkan padanya Rahmat.

Barangsiapa membaca Ayat Kursi sebelum keluar rumahnya, maka Alloh mengutuskan 70,000 Malaikat kepadanya, mereka semua memohon keampunan dan mendoakan baginya.

Barangsiapa membaca Ayat Al-Kursi di akhir sembahyang Alloh azza wajalla akan mengendalikan pengambilan ruhnya dan ia adalah seperti orang yang berperang bersama Nabi Alloh sehingga mati syahid.

Barang siapa yang membaca Ayat Kursi ketika dalam kesempitan niscaya Alloh berkenan memberi pertolongan kepadanya.

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w : "Ilmu terbagi menjadi dua, yang didapatkan dengan mengikuti (mathbu') dan yang didapatkan dengan belajar (masmu'); dan ilmu yang didapatkan dengan belajar tidak akan bermanfaat jika ia tidak dilaksanakan/diikuti (mathbu')."

Dari 'Ali bin Abi Tholib k.w : "Jika perkataan keluar dari Hati, maka akan berpengaruh pada Hati, jika perkataan keluar dari lidah, maka ia tidak akan sampai ke telinga"

Dari Abdullah bin 'Amr r.a., Rosullulloh Muhammad SAW bersabda, "SAMPAIKANLAH PESANKU WALAUPUN SATU AYAT...."

Wallohu A'lam. Semoga Bermanfaat.

Rating: 4.5

Sunday, 2 June 2013

Kisah Seorang Lelaki Dengan Sedekahnya Yang Makbul


Nabi Muhammad saw berkata, Dahulu ada seorang lelaki bernazar, "Sungguh aku akan bersedekah dengan suatu sedekah." Kemudian ia keluar dari rumah membawa sesuatu dan menyerahkannya ke tangan seorang pencuri.

Melihat hal itu orang-orang pun mencemooh perbuatannya. Mereka berkata sinis, "Malam ini engkau bersedekah kepada seorang pencuri." Namun orang itu berkata dengan tenang. "Ya Alloh, segala puji bagi-Mu karena aku bisa bersedekah walaupun kepada seorang pencuri. Sungguh aku akan bersedekah lagi dengan sedekah yang lain."

Kemudian ia keluar dari rumah membawa sedekah dan menyerahkannya kepada ke tangan seorang perempuan pelacur. Melihat hal itu orang-orang pun mencemooh perbuatannya. Mereka berkata dengan sinis, "Malam ini engkau bersedekah kepada seorang wanita pezina." Namun lelaki itu dengan tenang berkata, "Ya Alloh, segala puji bagi-Mu karena aku bisa bersedekah walaupun kepada seorang perempuan pelacur. Sungguh aku akan bersedekah lagi dengan sedekah lain."

Kemudian ia keluar dari rumah membawa sedekahnya dan menyerahkannya ke tangan seorang kaya. Maka orang-orang pun menyalahkan perbuatannya. Mereka berkata dengan mencibir, "Malam ini engkau bersedekah kepada seorang kaya." Lelaki itu berkata dengan tenangnya, "Ya Alloh, segala puji bagi-Mu karena aku bisa bersedekah kepada seorang pencuri, perempuan pelacur, dan orang yang berpunya."

Pada malam itu, lelaki itu bermimpi mendengar suara yang mengatakan, "Adapun sedekahmu kepada si pencuri, maka mudah-mudahan dengan sedekahmu itu ia akan menjauhkan diri dari perbuatan mencuri. Sedangkan sedekahmu kepada perempuan pelacur, mudah-mudahan sedekahmu itu membuatnya menjauhkan diri dari zina. Dan sedekahmu kepada orang kaya, mudah-mudahan orang itu bisa mengambil pelajaran dari sedekahmu, sehingga ia mau menafkahkan harta yang di anugerahkan Alloh kepada orang lain."

(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)


Rating: 3.5

Wednesday, 29 May 2013

Kisah Kartu dan Catatan Amal Manusia


Rosululloh SAW bersabda, "Sesungguhnya Alloh 'Azza wa Jalla mengkhususkan seseorang dari umatku atas semua makhluk pada hari kiamat. Kemudian disebarkan untuknya sembilan puluh sembilan buku catatan, panjangnya sejauh pandangan mata. 


Lalu Alloh bertanya pada orang itu. "Apakah kamu mengingkari salah satu di antara catatan ini?"

Orang itu menjawab, "Tidak, wahai Tuhan-ku."

Alloh bertanya, "Apakah para malaikat pencatat amal telah menzholimimu?"

Orang itu menjawab, "Tidak, wahai Tuhan-ku."

Alloh bertanya, "Apakah ada yang luput (dari catatan ini) suatu uzur atau suatu kebaikan?"

Orang itu menjawab, "Tidak, wahai Tuhan-ku."

Maka Alloh 'Azza wa Jalla berfirman, " Tentu ada, sebenarnya kamu mempunyai suatu kebaikan. Dan pada hari ini tidak ada kezaliman sedikit pun atas dirimu."

Kemudian dikeluarkanlah sebuah kartu yang tertulis di dalamnya, "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Alloh dan bahwasannya Muhammad utusan Alloh."

Alloh berfirman, "Datangkanlah timbangan amalmu!"

Orang itu berkata, "Ya Tuhan, apakah sebenarnya kartu dan catatan amal ini?"

Alloh menjawab, "Engkau tidak akan dizholimi."

Kemudian catatan itu diletakkan di satu sisi dan kartu itu di sisi timbangan yang lain. Setelah di timbang ternyata berat kartu yang tertulis kalimat syahadah itu, melebihi berat catatan amal orang itu.

"Dan tidak ada sesuatu pun yang melebihi berat Asma Alloh."


Rating: 4

Tuesday, 28 May 2013

Introspeksi Terhadap Diri Sendiri Untuk Mengenali Hikmah



Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w. - Introspeksi Terhadap Diri Sendiri 

Barangsiapa yang Mengintrospeksi dirinya, maka dia telah beruntung; dan barang siapa yang lalai akan dirinya, maka dia telah merugi. Barangsiapa yang takut (akan siksa Alloh), maka dia akan aman (dari siksa-Nya). Barangsiapa yang mau mengambil pelajaran, maka dia akan terbuka pandangannya. Barangsiapa yang telah terbuka pandangannya, maka dia akan memahami. Dan barangsiapa yang telah memahami, maka dia akan mengetahui.

Semoga Alloh merahmati seorang hamba yang takut kepada Tuhan-nya, menasehati dirinya, menyegerakan tobatnya, dan mengalahkan hawa nafsunya. Sebab, sesungguhnya ajalnya tersembunyi darinya, angan-angannya menipunya, sedangkan setan senantiasa menyertainya (berupaya menyesatkannya).

Sebaik-baik kehidupan adalah yang tidak menguasaimu dan tidak pula mengalihkan perhatianmu (dari mengingat Alloh SWT).

Ingatlah kalian akan berakhirnya segala kesenangan dan yang tertinggal adalah pertanggungjawaban.

Perbuatan-perbuatan hamba terjadi dalam kehidupan sekarang ini, sedangkan perhitungannya kelak di akhirat.

Lihatlah wajahmu setiap waktu di cermin. Maka, jika wajahmu itu bagus, anggaplah ia buruk karena engkau menambahkannya dengan perbuatan yang buruk, yang dengannya engkau telah memberi noda padanya. Dan jika (engkau dapati bahwa) wajahmu itu buruk, anggaplah ia memang buruk karena engkau telah menggabungkan dua keburukan (buruk rupa dan amal).


Rating: 3.5

Monday, 20 May 2013

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w. Tentang Akal (Bagian Kedua)


Akal
Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.
Sebelumya Akal Bagian Pertama >>

Akal adalah rekaman terhadap berbagai pengalaman.

Rosulmu adalah juru terjemah akalmu.

Pahamilah kabar jika kalian mendengarnya dengan Akal yang penuh dengan pemahamaan, bukan Akal yang sekedar meriwayatkan. Sesungguhnya periwayat ilmu banyak jumlahnya, sedangkan yang memahaminya sedikit.

Orang yang berakal bersaing dengan orang-orang saleh agar dapat menyusul mereka, dan dia ingin sekali dapat berserikat dengan mereka karena kecintaannya terhadap mereka, meskipun amalnya tidak mampu menyamai mereka.

Orang berakal, jika berbicara dengan suatu kalimat, maka ikut bersamanya hikmah dan nasihat.

Orang yang paling bijak akalnya dan yang paling sempurna keutamaannya adalah yang mengisi hari-harinya dengan perdamaian, bergaul dengan saudara-saudaranya dengan rekonsiliasi, dan menerima kekurangan zaman.

Tidaklah patut bagi orang yang berakal kecuali berada dalam salah satu dari dua kondisi ini, yaitu berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk mencari dunia, atau berada dalam cita-cita yang paling tinggi untuk meninggalkannya.

Tidaklah layak bagi seorang yang berakal untuk menuntut ketaatan orang lain (terhadapnya), sedangkan ketaatannya terhadap dirinya sendiri ditolak.

Orang yang berakal adalah orang yang mencurigai pendapatnya sendiri dan tidak mempercayai apa yang dipandang baik oleh dirinya.

Orang yang berakal adalah yang menjadikan pengalaman-pengalaman (hidup) sebagai nasihat baginya.

Sesungguhnya perkataan orang-orang berakal, jika benar, maka ia adalah obat, namun jika salah ia adalah penyakit.

Permusuhan orang-orang pintar adalah permusuhan yang paling berat dan paling berbahaya karena ia hanya terjadi setelah didahului dengan hujah dan peringatan, dan setelah tidak mungkin lagi ada perdamaian di antara keduanya.

Sesungguhnya sesuatu yang tidak disukai (kesialan) memiliki batas yang pasti akan berakhir. Oleh karena itu, seorang yang berakal hendaknya bersikap tenang sampai kesialan itu hilang (berlalu dengan sendirinya). Sebab, menghindar darinya sebelum habis waktunya hanya akan menambah kesialannya.

Orang yang paling disukai oleh orang berakal adalah musuhnya juga berakal. Sebab, jika musuhnya itu berakal, maka dia akan merasa aman dari kejahatannya.

Celaan orang-orang yang berakal lebih berat daripada hukuman seorang penguasa.

Permulaan pendapat orang berakal adalah akhir pendapat orang bodoh.

Bagi orang yang berakal, hidup dalam kesusahan bersama orang-orang berakal lebih disenangi daripada hidup dalam kelapangan bersama orang-orang bodoh.

Semoga bermanfaat.

Rating: 4

Sunday, 19 May 2013

Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w. Tentang Akal (Bagian Pertama)


Akal
Kata-kata Mutiara 'Ali bin Abi Tholib k.w.

Kekayaan yang paling besar adalah Akal.

Akal (kecerdasan) tampak melalui pergaulan, sedangkan kejahatan seseorang diketahui ketika dia berkuasa.

Akal adalah Raja, sedangkan tabiat adalah rakyatnya. Jika Akal lemah untuk mengatur tabiat itu, maka akan timbul kecacatan padanya.

Akal lebih diutamakan daripada hawa nafsu karena Akal menjadikanmu sebagai pemilik zaman, sedangkan hawa nafsu memperbudakmu untuk zaman.

Makanan pokok tubuh adalah makanan, sedangkan makanan pokok akal adalah hikmah. Maka, kapan saja hilang salah satu dari keduanya makanan pokoknya, binasalah ia dan lenyap.

Duduklah bersama orang-orang bijak, baik mereka itu musuh atau kawan. Sebab, Akal bertemu dengan Akal.

Tidak ada harta yang lebih berharga daripada Akal.

Pertalian yang paling berharga adalah Akal yang berpasangan dengan kemujuran.

Adab adalah gambaran dari Akal.

Jika Akal dibiarkan menjadi kendali, tidak tertawan oleh hawa nafsu, atau melampaui batas agama, atau fanatik terhadap nenek moyang, niscaya hal itu akan mengantarkan pelakunya pada keselamatan.

Jika engkau hendak menutup sebuah kitab, maka hendaklah engkau teliti kembali kitab itu. Karena sesungguhnya yang kau tutup adalah Akalmu.

Jika Alloh hendak menghilangkan nikmat dari seorang hamba-Nya, maka yang pertama kali diubah dari hamba-Nya itu adalah Akalnya.

Akal adalah Naluri, sedangkan yang mengasuhnya adalah berbagai pengalaman.

Akal adalah buah pikiran dan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui.

Ruh adalah kehidupan badan, sedangkan Akal adalah kehidupan Ruh.

Rating: 4

Wednesday, 15 May 2013

Kisah Hikmah Seorang Ahli Ibadah


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia mengisahkan, Rosululloh saw bersabda, �Dahulu, ada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil bernama Juraij. Setiap hari ia menyepi di sebuah tempat peribadatannya."

Suatu hari tatkala ia sedang menunaikan sholat, ibunya datang dan memanggilnya. �Wahai Juraij, kemarilah!� 

Mendengar panggilan ibunya, Juraij pun menjadi bimbang dan bertanya dalam hati, �Ya Robbi, manakah yang aku dahulukan, ibuku ataukah sholatku?� Akhirnya ia memilih untuk tetap meneruskan sholat dan ibunya pergi meninggalkanya.

Keesokan harinya, sang ibu kembali mendatanginya dan memanggilnya, �Juraij, kemarilah!� 

Juraij pun merasa bimbang dan bertanya dalam hati, �Ya Robbi, manakah yang harus aku dahulukan, ibuku ataukah sholatku?� Akhirnya ia tetap memilih untuk meneruskan sholat dan membiarkan ibunya pergi meninggalkannya.


Lusanya, si ibu mendatanginya lagi dan memanggilnya, �Juraij, kemarilah!�

Juraij pun merasa bimbang dan bertanya dalam hati, �Ya Robbi, manakah yang aku dahulukan, ibuku ataukah sholatku?� Akhirnya ia memilih meneruskan sholatnya. Si ibu merasa tersinggung dan berdoa, �Ya Alloh, janganlah Engkau memanggilnya ke haribaan-Mu kecuali setelah dia dipermalukan wanita pelacur.�

Sementara itu, ketenaran Juraij dalam kesalehan dan ibadahnya telah tersebar di kalangan orang-orang Bani Israil dan merasa sering menyebut-nyebutnya dalam percakapan mereka.

Suatu ketika, ada seorang wanita pelacur, berparas cantik berkata kepada orang-orang Bani Israil, �Jika kalian mengijinkan, aku bisa menjatuhkan nama baiknya (menguji keimanannya).� 

Kemudian wanita pelacur itu pergi ke tempat Juraij. Ia mencoba merayunya dengan segala cara, namun Juraij tidak terpengaruh sedikit pun oleh rayuan wanita itu. Setelah gagal merayunya, pelacur itu lalu menemui seorang pengembala yang kebetulan lewat di jalan menuju kearah tempat peribadatan Juraij. Pelacur itu menyerahkan diri kepada si pengembala dan berzina dengannya.

Beberapa waktu kemudian, wanita pelacur itu hamil dan melahirkan anak. Setelah kelahiran anaknya ia berkata kepada orang-orang Bani Israil, �Anak yang aku bawa ini adalah hasil hubunganku dengan Juraij.� Mendengar ucapannya, orang-orang Bani Israil kemudian menggerebek Juraij dan menyeretnya turun dari tempat peribadatannya. Mereka meruntuhkan tempat tersebut hingga rata dengan tanah dan memukuli Juraij bertubi-tubi.

Juraij pun berteriak dan berkata, �Ada apa gerangan dengan kalian sehingga kalian memukuliku seperti ini?� 

Mereka menjawab, �engkau telah berzina dengan wanita pelacur ini hingga ia melahirkan anakmu.� 

Juraij bertanya kepada mereka, �Dimana bayinya?� Orang-orang lantas mendatangkan bayi tersebut ke hadapannya.

Pada saat itu Juraij meminta waktu kepada mereka, �Ijinkan aku untuk sholat sejenak.�

Lalu ia menunaikan sholat dan setelah usai dari sholatnya ia menghampiri bayi itu. Ia menekan bagian pusar dari perut si bayi dan bertanya, �Wahai bayi, siapa sebenarnya ayahmu?�

Bayi itu menjawab, �Si Fulan pengembala.�

Mendengar keajaiban tersebut, orang-orang yang menyaksikan menghampiri Juraij dan mencium serta mengusap-usap tubuhnya. Mereka meminta maaf dan berjanji. �Kami akan membangun kembali untukmu tempat peribadatan dari emas.�

Namun Juraij menolak tawaran mereka, �Tidak perlu itu! Dirikanlah tempat peribadatanku ini dengan tanah sebagaimana semula. Kemudian mereka pun membangun kembali tempat itu sesuai keinginannya.

(H.R. Al-Bukhari dan Muslim)

Rating: 3.5

Sunday, 5 May 2013

Keutamaan Kebaikan dan Keikhlasan Perempuan


Suatu hari masuklah Rosululloh SAW menemui putrinya Fathimah az-zahra r.a. Didapatinya putrinya sedang menggiling syair (sejenis padi-padian) dengan menggunakan sebuah penggilingan tangan dari batu sambil menangis. 

Rosululloh SAW bertanya pada putrinya, "apa yang menyebabkan engkau menangis wahai Fathimah?, semoga Alloh SWT tidak menyebabkan matamu menangis".

Fathimah r.a. berkata, "ayahanda, penggilingan dan urusan-urusan rumah tanggalah yang menyebabkanku menangis".

Lalu duduklah Rosululloh SAW di sisi putrinya, Fathimah r.a.melanjutkan perkataannya, "ayahanda sudikah kiranya ayahanda meminta 'ali (suaminya) mencarikan anakanda seorang jariah untuk menolongku menggiling gandum dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan di rumah".

Mendengar perkataan putrinya ini maka bangunlah Rosululloh SAW mendekati penggilingan itu. Beliau mengambil syair (sejenis padi-padian) dengan tangannya yang diberkahi lagi mulia dan diletakkannya di dalam penggilingan tangan itu seraya diucapkannya "Bismillahirrohmanirrohim". Penggilingan tersebut berputar dengan sendirinya dengan izin Alloh SWT. Rosululloh SAW meletakkan syair ke dalam penggilingan tangan itu untuk putrinya dengan tangannya sedangkan penggilingan itu berputar dengan sendirinya seraya bertasbih kepada Alloh SWT dalam berbagai bahasa sehingga habislah butir-butir syair itu digilingnya.

Rosululloh SAW berkata kepada gilingan tersebut, "berhentilah berputar dengan izin Alloh SWT", maka penggilingan itu berhenti berputar lalu penggilingan itu berkata-kata dengan izin Alloh SWT yang Berkuasa menjadikan segala sesuatu dapat bertutur kata. Maka katanya dalam bahasa Arab yang fasih, "Ya Rosululloh SAW, demi Alloh Tuhan yang telah menjadikan baginda dengan kebenaran sebagai Nabi dan Rasul-Nya, kalaulah baginda menyuruh hamba menggiling syair dari Masyriq dan Maghrib pun, niscaya hamba gilingkan semuanya. Sesungguhnya hamba telah mendengar dalam kitab Alloh SWT suatu ayat yang berbunyi : 

"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya para malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Alloh terhadap apa yang dititahkan-Nya kepada mereka dan mereka mengerjakan apa yang dititahkan".

Maka hamba takut, ya Rosululloh kelak hamba menjadi batu yang masuk ke dalam neraka. Rosululloh SAW kemudian bersabda kepada batu penggilingan itu, "bergembiralah karena engkau adalah salah satu dari batu mahligai Fathimah az- zahra di dalam syurga". Maka bergembiralah penggilingan batu itu mendengar berita itu kemudian diamlah ia.

Rosululloh SAW bersabda kepada putrinya;

Jika Alloh SWT menghendaki wahai Fathimah, niscaya penggilingan itu berputar dengan sendirinya untukmu. Akan tetapi Alloh SWT menghendaki dituliskan-Nya untukmu beberapa kebaikan dan dihapuskan oleh-Nya beberapa kesalahanmu dan diangkat-Nya untukmu beberapa derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menggiling tepung untuk suaminya dan anak-anaknya, maka Alloh SWT menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.

Ya Fathimah, perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Alloh SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Alloh SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang.

Ya Fathimah, perempuan mana yang menghalangi hajat tetangga-tetangganya maka Alloh SWT akan menghalanginya dari meminum air Telaga Kautsar pada Hari Kiamat.

Ya Fathimah, yang lebih utama dari itu semua adalah keridhoan suami terhadap isterinya. Jikalau suamimu tidak ridho denganmu tidaklah aku akan medoakanmu. Tidaklah engkau ketahui wahai Fathimah bahwa ridho suami itu daripada Alloh SWT dan kemarahannya itu dari kemarahan Alloh SWT?.

Ya Fathimah, apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Alloh SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan maka Alloh SWT mencatatkan untuknya pahala orang- orang yang berjihad pada jalan Alloh  yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga, dan Alloh SWT akan mengkarurniakannya pahala seribu haji dan seribu umroh serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat.


Keutamaan Kebaikan dan Keikhlasan Perempuan

Perempuan mana yang melayani suaminya dalam sehari semalam dengan baik hati dan ikhlas serta niat yang benar, maka Alloh SWT akan mengampuni semua dosa-dosanya dan Alloh SWT akan memakaikannya sepersalinan pakaian yang hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikarurniakan Alloh  untuknya seribu pahala haji dan umroh.

Ya Fathimah, perempuan mana yang tersenyum dihadapan suaminya maka Alloh SWT akan memandangnya dengan pandangan rahmat.

Ya Fathimah perempuan mana yang menghamparkan hamparan atau tempat untuk berbaring atau menata rumah untuk suaminya dengan baik hati maka berserulah untuknya penyeru dari langit (malaikat), "teruskanlah amalmu, maka Alloh SWT telah mengampunimu akan sesuatu yang telah lalu dari dosamu dan sesuatu yang akan datang".

Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyakkan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Alloh SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai syurga dan Alloh SWT akan meringankan sakaratul maut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman syurga serta Alloh SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".


Wallohu A'lam
Semoga Bermanfaat. Wassalam

Rating: 4
Posting Lama ►
 

Copyright 2012 Museum Satria Mandala: Mutiara Hikmah Design By Bamz | Modified By Kodokoala | Publish on Bamz Templates